Medisinal Lover

Just another WordPress.com weblog

PENGOBATAN BATUK May 2, 2010

Filed under: about me and my life — disti88 @ 2:40 pm
Tags:

Bukan.. bukan karena saya sedang batuk trus tiba-tiba jadi mosting artikel tentang batuk >,<

Tapi ini lebih dikarenakan tuntutan sebagai mahasiswi apoteker yang harus menyelesaikan tugas FARMAKOTERAPI. Ehem..besok saya presentasi, kawan. Doakan yaaaa.. ^.^

PENGOBATAN BATUK

Terapi batuk pertama-tama hendaknya ditujukan pada mencari dan mengobati penyebabnya, misalnya antibiotika terhadap infeksi bakterial dari saluran pernafasan (bronchitis). Kemudian baru dapat dipertibangkan apakah perlu diberikan terapi simtomatis guna meniadakan atau meringankan gejala batuk, dan haruslah diadakan perbedaan antara batuk produktif dan batuk non-produktif. Untuk pengobatan simtomatis ini terdapat zat-zat dengan mekanisme kerja yang beraneka-ragam.

Batuk produktif merupakan suatu mekanisme perlindungan dengan fungsi mengeluarkan zat-zat asing (kuman, debu, dan sebagainya) dan dahak dari batang tenggorokan. Maka, pada dasarnya, jenis batuk ini tidak boleh ditekan. Tetapi dalam prakteknya sering kali batuk hebat dapat mengganggu tidur dan melelahkan pasien, ataupun berbahaya, misalnya setelah pembedahan. Untuk meringankan dan mengurangi frekuensi batuk diberikan terapi simtomatis dengan obat-obat pereda batuk.

Di samping larangan merokok, biasanya dapat dilakukan pengobatan sebagai berikut:

    1. Uap air (mendidih) yang dihirup (inhalasi) guna memperbanyak sekret yang diproduksi di tenggorokan. Cara ini efektif dan murah, terutama pada batuk “dalam”, yakni bila rangsangan batuk timbulnya dari bawah pangkal tenggorokan. Seringkali minum banyak air juga dapat menghasilkan efek yang serupa. Yang juga meringankan batuk adalah menghirup uap menthol atau minyak atsiri, dengan catatan bahwa cara pengobatan ini tidak diberikan pada anak di bawah 2 tahun. Alasannya adalah kemungkinan terjadinya kejang larynx (laryngospasm) yang dapat membahayakan jiwa anak.
    2. Emolliensia (L. mollis = lunak), yaitu suatu zat yang dapat memperlnak rangsangan batuk, “memperlicin” tenggorokan agar tidak kering, dan melunakan selaput lendir yang teriritasi. Untuk tujuan ini, banyak digunakan sirop (Thymi dan Altheae), zat-zat lendir (Infus Carrageen), dan gula-gula, seperti drop (akar manis), permen, pastilles isap, dan sebagainya.
    3. Ekspektoransia, yaitu zat yang dapat memperbanyak produksi dahak (yang encer) dan dengan demikian mengurangi kekentalannya, sehingga mempermudah pengeluarannya dengan batuk, misalnya guaiakol, Radix Ipeca (dalam tablet/pulvis doveri), dan aminumklorida dalam Obat Batuk Hitam.
    4. Mukolitika: asetilsistein, karbosistein, mesna, bromheksin dan ambroksol.

Batuk non-produktif bersifat “kering” tanpa adanya dahak, misalnya pada batuk rejan (pertussis, kinkhoest), atau juga karena pengeluarannya memang tidak mungkin, seperti pada tumor. Batuk jenis ini tidak ada manfaatnya, maka haruslah dihentikan. Untuk maksud ini, tersedia obat-obat berdaya menekan rangsangan batuk, yaitu:

    1. Zat-zat pereda: kodein, noskapin, dekstrometorfan, dan pentoksiverin. Obat-obat ini dengan kerja sentral bekerja efektif, tetapi dapat menyebabkan ketagihan atau adiksi. Untungnya tidak ada satu obat pun yang dalam dosis terapeutis dapat menekan efleks batuk 100%, karena akan sangat berbahaya berhubung dapat timbulnya bronchopneumoni.
    2. Antihistaminika: prometazin, difenhidramin, dan d-klorfeniramin. Obat-obat ini sering kali efektif pula berdasarkan efek sedatifnya dan terhadap perasaan menggelitik di tenggorokan. Antihistaminika banyak digunakan terkombinasi dengan obat-obat batuk lain dalam bentuk sirop OTC.
    3. Anestetika lokal: pentoksiverin. Obat ini menghambat penerusan rangsangan batuk ke pusat batuk.

Additional:

Ada beberapa obat batuk yang diatur penggunannya pada kehamilan dan laktasi. Kodein, noskapin, dekstrometorfan boleh digunakan selama kehamilan dan laktasi, begitu pula mukolitika, amoniumklorida, dan Ipeca. Oksolamin dan mesna belum ada data cukup mengenai kemanannya. Pentoksiverin tidak boleh digunakan selama laktasi, karena mencapai air susu dan dapat mengakibatkan sesak napas pada bayi.

Advertisements
 

cekidot^.^ April 29, 2010

Filed under: about me and my life — disti88 @ 3:41 pm
Tags:

waaaa… lama banget ga ngeblog. Kuliah apoteker di UI bikin aku jadi semangat lagi bikin sesuatu yang bukan ‘sampah’. Mulai saat ini aku bertekad, bikin blog PINTER.. yuhuuuuu..

cekidot aja deh…

 

Introduce My Self December 7, 2008

Filed under: about me and my life — disti88 @ 3:40 am
Tags:

Helooo…

Untuk mengefesienkan waktu, akan lebih baik kalau aku tidak usah menceritakan data pribadi lengkapku di blog ini. Karena disini aku akan lebih berusaha memfokuskan diri ke bidang akademis yang selama ini selalu membuatku ingin mengubah dunia. Well, I know it is sound imposible to change the world with my mind, tetapi selalu ada jalan untuk menjadikan semuanya posible.

Jika teman-teman ingin melihat keeksisanku di dunia maya, silahkan teman-teman berkunjung disini. Atau kalau teman-teman ingin melihat crazy side-ku, silahkan teman-teman mengunjungi blog keseharianku disini.

So, come on together with me to rove the medicinal world…!!!